Minggu, 10 Juni 2018

Sarada Uchiha

Sarada Uchiha (うちはサラダ Uchiha Sarada?) adalah kunoichi dari klan Uchiha di Konohagakure. Sarada adalah keturunan Uchiha yang pertama lahir setelah insiden pembantaian Klan Uchiha.



  • Latar Belakang


Sarada merupakan putri dari Sasuke dan Sakura. Sejak Sakura menolak untuk meninggalkan Sasuke selama perjalanannya, bahkan saat dia hamil, Sarada lahir di salah satu persembunyian Orochimaru dengan Karin memberi bantuan sebagai bidan. Dengan demikian, tidak ada catatan kelahirannya yang tersedia di Rumah Sakit Konoha.[2][3] Dia dibesarkan di desa Konoha hanya oleh ibunya, karena ayahnya menjalankan sebuah misi jangka panjang untuk mencari tahu ancaman yang Kaguya Ōtsutsuki sedang persiapkan, meskipun Sarada masih mengingat ayah dan ibunya memegang tangannya ketika dia adalah balita, yang mengisyaratkan bahwa Sasuke adalah bagian dari hidupnya untuk beberapa tahun pertama sebelum berangkat ke misinya. Di beberapa titik, Sarada menjadi sakit dan setelah itu, mulai memakai kacamata. Karena tidak ada ayahnya, Sarada sering mempertanyakan di mana ayahnya, serta identitas dirinya sendiri.[4]
  • Kepribadian

Sarada tampak mewarisi sifat-sifat dari ibunya, dia memandang rendah pembuat onar; dia juga tampaknya mewarisi perkataan ibunya, yaitu "Shānnarō!" (しゃーんなろー). Sarada juga termasuk anak yang penasaran, meskipun ia tahu bahwa Boruto Uzumaki adalah anak yang menjengkelkan, namun ia tetap membuntuti Boruto Uzumaki di sekitar desa, dan mengamatinya sepanjang hari. Sarada tampak sangat dekat dengan ibunya karena dia secara terbuka mengungkapkan perasaannya tentang berbagai hal, contohnya tentang anak laki-laki, khususnya teman sekelasnya, Boruto. Sangat kontras jika dibanding hubungannya dengan ayahnya, karena ayahnya sering absen dari hidupnya


  • Penampilan

Sarada adalah seorang gadis muda. Dia memiliki rambut hitam sebahu dan mata onyx yang ia warisi dari ayahnya dan memakai kacamata merah berbingkai. Dia juga mewarisi beberapa sifat dari Mebuki Haruno (ibu Sakura), seperti bentuk bulu matanya dan gaya rambut. Ia memakai jaket merah muda, rompi kuning, dan kemeja putih berkerah tinggi dengan dasi merah, dan sandal shinobi hitam.


  • Kemampuan


Tingkat yang tepat dari kemampuannya tidak diketahui, tetapi Chōchō Akimichi menyatakan bahwa Sarada harusnya bisa lulus ujian kelulusan dengan mudah karena garis keturunannya.[8] Dia juga bisa sendirian mengalahkan puluhan klon Shin dengan pukulan tunggal, dan menghancurkan area sekelilingnya.[9]

Kecakapan fisik

Dari pelatihan dengan ibunya, Sarada tampaknya lebih memilih bertarung pada jarak dekat dan pertarungan tangan ke tangan, gaya bertarungnya terutama mengandalkan tinjunya. Seperti Sakura, Sarada terbukti sangat berbahaya dalam jarak dekat; dia menunjukkan hal ini dengan menggunakan Ōkashō untuk memusnahkan pasukan kecil dari klon Shin.[9] Dia memiliki kelincahan tingkat tinggi untuk usianya, dapat menghindari salah satu senjata klon Shin dengan mudah sebelum ia membangunkan Sharingan. Dia juga telah menunjukkan reflek yang cepat, mampu mencegat serangan dari makhluk milik Shin ​​sebelum bisa menangkap dia. Dengan Sharingannya, refleksnya meningkat ke titik di mana ia bisa menghindari Mangekyō Sharingan senjata dengan mudah.

Kecakapan dan Pengendalian Chakra

Yang berasal dari warisan Uchiha, Sarada memiliki chakra ekstrim dan kuat. Seperti ibunya Sakura, Sarada memiliki kontrol chakra yang sangat mengesankan bahkan di usia muda. Dengan demikian, dia bisa mengontrol dan melepaskannya dari satu titik di tubuhnya dengan waktu yang tepat, yang menyerupai kekuatan Super. Dengan demikian melalui tinjunya, dia bisa melepaskannya sebagai kekuatan yang luar biasa yang mampu menghancurkan daerah sekelilingnya.[9]

Dōjutsu

Sharingan


Sarada mampu mewujudkan Sharingan pada usia yang sangat muda, dengan pengalaman bertemu ayahnya memacu kebangkitannya. Sharingannya memiliki satu tomoe di setiap mata.[10] Ini memberinya kemampuan untuk mengamati dan membedakan aliran chakra,
  • Epilog

Setelah Boruto mengajak teman-teman sekelasnya untuk bergabung dengannya dalam membuat sebuah lelucon, tidak satupun dari mereka bergabung dengannya. Sedangkan Sarada, ia hanya mengikuti dan mengamati dari jauh, menjaga dirinya agar tersembunyi. Kemudian, ketika ia tiba di rumah, ia mengatakan kepada ibunya bahwa anak laki-laki itu bodoh (Boruto), tetapi ia juga mengatakan bahwa Boruto dan dirinya memiliki beberapa kesamaan, seperti perasaan yang sama terhadap ayah mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comments system

Disqus Shortname